Vizualz Esports kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu kekuatan terbesar di kompetitif Call of Duty: Mobile (CODM) Indonesia. Di hadapan penonton yang memadati Atrium Mal Taman Anggrek pada Minggu, 2 Agustus 2026, mereka mengunci kemenangan telak atas El Tantrum dengan skor 4-0 pada Grand Finals CODM Major Series 2026.

\n
\n

Hasil tersebut membawa Vizualz pulang sebagai juara sekaligus mengamankan bagian terbesar dari total prize pool yang berjumlah Rp100 juta. Bagi Vizualz, gelar ini juga menjadi Major Series ketiga mereka—sebelumnya mereka juga pernah meraih juara pada Season 12 dan Season 13, saat masih memakai nama ABC Esports. Pencapaian berulang seperti ini menunjukkan konsistensi tim dalam menjaga performa di level turnamen bergengsi, bukan sekadar “sekali jadi”.

Perjalanan Vizualz Tidak Mulus: Jatuh ke Lower Bracket

Meskipun berstatus sebagai tim unggulan, perjalanan Vizualz menuju puncak tidak berjalan mulus sejak awal. Pada Upper Bracket Semifinals, mereka harus menelan kekalahan dari EVOS. Dengan hasil tersebut, Vizualz terpaksa turun ke lower bracket, sebuah kondisi yang biasanya menuntut tim untuk segera mengubah strategi dan menjaga mental agar tidak kehilangan ritme kompetitif.

Namun alih-alih meredup, Vizualz justru memanfaatkan jalur lower bracket untuk membangun kembali momentum. Mereka akhirnya mampu membalas dendam kepada EVOS di Lower Bracket Finals melalui kemenangan tipis 3-2. Kemenangan dengan margin sempit seperti ini sering kali menjadi titik “pemantapan” bagi tim, karena mereka harus mengeksekusi detail lebih presisi untuk mengunci kemenangan di momen-momen krusial.

\n
\n

Balas EVOS, Lalu Meledak di Grand Finals

Setelah menyingkirkan EVOS, Vizualz melaju ke Grand Finals. Di tahap ini, mereka tampil dengan performa yang jauh lebih dominan dibanding fase-fase sebelumnya. Vizualz tidak memberi ruang bagi El Tantrum dan menyapu bersih dengan skor empat game tanpa balas.

Secara kompetitif, sapuan 4-0 di Grand Finals biasanya menandakan bahwa tim pemenang bukan hanya unggul secara strategi, tetapi juga lebih stabil dalam eksekusi dan membaca permainan lawan. El Tantrum yang sebelumnya mampu melaju hingga final menghadapi tantangan berat ketika Vizualz sudah menemukan ritme terbaiknya—terutama setelah perjalanan panjang dari lower bracket.

EVOS Tuntas di Peringkat Ketiga, Jadi Sorotan Musim Debut

Sementara itu, EVOS menutup musim perdana mereka di scene kompetitif CODM Indonesia dengan finis di peringkat ketiga. Diperkuat nama-nama veteran seperti R1SKY dan A1MER, EVOS berhasil memberikan perlawanan sengit hingga pertandingan lima map—sebelum akhirnya kalah 2-3 dari Vizualz.

\n
\n

Finis di tiga besar pada musim debut menjadi pencapaian yang tidak kecil. EVOS tidak hanya mampu bersaing dengan tim-tim mapan, tetapi juga membuktikan bahwa komposisi mereka punya daya tahan saat menghadapi tekanan dari babak-babak eliminasi. Dalam konteks turnamen berbasis bracket, kemampuan bertahan hingga lima map juga menunjukkan EVOS mampu menyesuaikan permainan dari waktu ke waktu, meski pada akhirnya tetap kalah di fase yang menentukan.

EVOS dan Vizualz Amankan Tiket ke CODM World Championship

Keberhasilan Vizualz dan EVOS membawa dampak lebih jauh dari sekadar gelar lokal. Sebagai juara dan runner-up, Vizualz Esports bersama El Tantrum resmi mengamankan dua tiket untuk mewakili Indonesia ke CODM World Championship – Garena Qualifier. Tiket ini akan diperebutkan untuk mendapatkan kesempatan tampil di panggung dunia, sehingga performa di Major Series menjadi salah satu penentu penting untuk langkah berikutnya tim.

Bagi ekosistem CODM Indonesia, hasil ini mempertegas bahwa persaingan tidak hanya didominasi satu pihak. EVOS yang menunjukkan potensi besar, ditambah El Tantrum yang mampu menembus final, menandakan bahwa “peta persaingan” semakin rapat dan peluang kejutan selalu terbuka.

Grand Finals Offline Kembali Digelar di Atrium Mal Taman Anggrek

Grand Finals CODM Major Series 2026 juga menjadi penanda kembalinya turnamen puncak secara offline di Atrium Mal Taman Anggrek setelah sebelumnya sempat terhenti akibat pandemi pada 2020. Kembalinya format offline ini biasanya berdampak pada atmosfer kompetisi—mulai dari dukungan penonton hingga intensitas panggung—yang sering kali ikut memengaruhi cara tim menghadapi tekanan.

Acara ini turut dimeriahkan lewat showmatch KOL serta penampilan panggung dari Sara Fajira dan Dyolow. Dengan kombinasi kompetisi utama dan hiburan, penyelenggaraan kali ini terlihat dirancang untuk memperkuat pengalaman penonton, sekaligus memperlihatkan bahwa CODM Indonesia terus berkembang sebagai ekosistem esports yang lebih matang.

Vizualz Esports kembali rajai CODM Major Series 2026 usai menundukkan El Tantrum, sementara EVOS mengukuhkan diri sebagai ancaman serius lewat performa impresif di musim debut mereka.